Minggu

KUNJUNGAN LAPANGAN DALAM RANGKA SUPERVISI DAN EVALUASI PENERAPAN SILIN

Kegiatan Kunjungan Lapangan dalam rangka Supervisi dan Evaluasi Penerapan SILIN pada IUPHHK-HA PT. Intracawood Manufacturing dilaksanakan oleh Tim yang terdiri dari Ditjen PHPL, Bappenas dan Pakar silin,  pada kunjungan tersebut sekaligus dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD).


Adapun Tim Supervisi dan Evaluasi Penerapan SILIN terdiri dari :

1. Ir. Istanto, MSc (Direktur UHP Ditjen PHPL)
2. Dr. Nur Hygiawati Rahayu, ST. MSc (Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Bappenas)
3. Prof. Djoko Marsono (UGM/SILIN)
4. Dr. Prijanto Pamoengkas (IPB/Pakar SILIN)
5. Pungky Widiaryanto, S.Hut.MSc (Kasubdit Pengelolaan Hutan Berkelanjutan, Bappenas)
6. Ir. A.M. Listianingsih, MM (Kasubdit RKUPHA, Dirjen PHPL)
7. Annaka kismandani, S.Hut, ME (Kasi Wilayah II Subdit RKUPHA, Ditjen PHPL)
8. Abdul Razak, S.Hut, MSc (Pelaksana pada Subdit RKUPHA, Ditjen PHPL)
9. Taufik Hidayat, S.Hut ( Pelaksana pada Subdit RKUPHA, Ditjen PHPL)
10. Ataf Setia Ashari, ST (Staf Perencanaan)
11. Isniatul Wahyuni, S.Hut (Staf Pendukung)
12. Fanty (Pelaksana pada TU Dit UHP)




Senin

INHOUSE TRAINING

PELATIHAN INSTALASI DAN PENGOPERASIAN ALAT PENGUKUR TINGGI MUKA AIR 
(Keller Type DCX-22AA)




Pendahuluan

Tinggi muka air (stage height, gauge height) sungai adalah elevasi permukaan air (water level) pada suatu penampang melintang sungai terhadap suatu titik tetap yang elevasinya telah diketahui. Tinggi muka air biasanya dinyatakan dalam satuan meter (m) atau centimeter (cm). Fluktuasi permukaan air sungai menunjuk­kan adanya perubahan kecepatan aliran dan debitnya. Penguku­ran tinggi muka air merupakan langkah awal dalam pengumpulan data aliran sungai sebagai data dasar hidrologi.


Ketinggian air dapat dipantau dengan menggunakan mata secara langsung atau menggunakan alat pengukur ketinggian air. Alat pengukur ketinggian air dibagi menjadi dua jenis, yaitu analog dan digital. Alat pengukur ketinggian air analog adalah alat pengukur ketinggian yang menggunakan penggaris besar untuk menentukan ketinggian air. Biasanya, penggaris diletakkan dibagian tepi atau pinggir sungai yang tegak. Alat pengukur ini masih dipakai diberberapa pintu air karena hemat dan dapat diketahui tingginya secara langsung.

Untuk keperluan analisa hidrologi, data tinggi muka air digunakan sebagai dasar perhitungan debit setelah dibuat hubungan antara tinggi muka air dan debit hasil pengukuran debit yang dilakukan secara berkala, yang mencakup pengukuran debit pada muka air rendah sampai tinggi. Dengan demikian ketelitian dalam perhitungan data debit juga tergantung daripada ketelitian pengukuran tinggi muka air. Untuk keperluan pendataan aliran sungai yang memerlukan waktu dengan periode panjang, maka pengukuran tinggi muka air dari suatu pos duga air harus menggunakan alat duga air otomatik.

Salah satu alat pengukur tinggi muka air otomatik yang akan di gunakan pada kawasan IUPHHK-HA PT. Intracawood Manufacturing  adalah Merk KELLER Type DCX-22 AA


 Logger DCX-11_KELLER
1. Jalankan File Setup LoggerDCX-11_KELLER dengan cara "Run as administrator"
2. Klik YES jika muncul windows pop us
3. Pilih Bahasa yang kita inginkan lalu klik OK 
4. Klik Next terus hingga proses instalasi selesai
5. Setelah proses selesai akan muncul windows pop up "regestration", lalu klik saja " no thanks quit   regestration". setelah itu klik CLOSE pada windows pop us terakhir.
6. Tahap instalasi dan siap di gunakan

 
  Pemasangan Alat (Dilapangan)
1. Siapkan peralatan dibutuhkan :  Pipa Paralon (telah di beri lobang-lobang kecil untuk air masuk dan diberi
skala ukur jika tidak ada rambu ukur), rambu ukur, Keller, Kabel interface, Laptop atau device lain yang mendukung.
2. Letakkan pipa paralon pada lokasi yang di inginkan dan pastikan pipa tidak goyang jika terkena arus air sungai.
3. Masukkan sensor P1 keller ke dalam pipa paralon.
4. Ukur nilai Offset (jarak dari sensor sampai ke dasar sungai) menggunakan skala ukur.
5. Ikat kabel kelller agar posisi sensor P1tidak berubah-ubah.
6. letakkan sensor P2 pada lokasi yang aman dan mudah terjangkau 
untuk pengambilan data. pastikan sensor P2 tidak terkena airuntuk menghindari konslet.

Setting Awal Perekaman Data
1. Hubungkan Interface ke laptop
2. Buka program WRITER
3. Pilih port pada kolom COM Port sesuai dengan port yang terhubung interface
4. Klik Read Configurastion, tunggu hingga proses loading selesai
5. Klik checkbox pada pilihan menu dalam kolom Channels to record untuk memelih apa saja yg di rekam
6. Pilih vented Gauge (VG) pada kolom Divice Type
7. Dst
14. Lepaskan interface yang terhubung dengan laptop dan lepaskan sensor P2 dengan interface



Mengunduh Data
1. Hubungkan interface dengan laptop
2. Buka program READER
3. Pilih Port pada kolom COM Port 
4. Pilih lokasi penyimpanan data pada kolom directory sesuai yang kita inginkan
5. Klik tobol Read Contents untuk melihat data yang terekam oleh keller.
6. Ceklist pada checkbox sesuai data yang ingin kita unduh
7. Pilih Viewer pada kolom Available Modules kemudian klik tanda tanah ">>" hingga akan muncul Viewer pada kolom "Modules to execute (in this order)".
8. Klik Read Record maka akan muncul tampilan dari program VIEWER untuk melihat data setelah d unduh


Melihat dan Menyimpan Data
1. Hubungkan interface dengan laptop
2. Buka program Viewer
3. Klik OPEN...lalu pilih file data yang ingin kita lihat kemudian klik OPEN
4.dst


Jumat

PELANTIKAN ANGGOTA SAKA WANABAKTI ANGKATAN IV DAN PELEPASAN SAKA WANABAKTI ANGKATAN III

Kegiatan PERSAMI yang dilaksanakan pada tanggal 24 - 25 November 2018 menandai di mulainya pelatihan dan pendidikan Saka Wanabakti baru angkatan IV tahun 2018/2019 serta berakhirnya kegiatan Pelatihan dan Pendidikan Saka Wanabakti Angkatan III tahun 2017/2018. Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara IUPHHK-HA PT. Intracawood Manufacturing sebagai Unit Pengelolaan Hutan dengan lembaga pendidikan formal SMA Negeri 1 Kecamatan Sekatak Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara.

Bapak M. Makmur, MS selaku Ketua Kwartir Ranting Kecamatan Sekatak, membuka acara PERSAMI didampingi Hara D Sinambela, S.Pd (Sekretaris Saka Wanabakti Kecamatan Sekatak), Pembina dan Instruktur baik dari SMA 1 Negeri Sekatak maupun dari IUPHHK-HA PT. Intracawood Manufacturing.

Berbagai kegiatan selama PERSAMI dilaksanakan dapat digambarkan melalui dokumentasi berikut :

Pendirian/pembuatan tenda-tenda peserta kemah PERSAMI

Upacara Pembukaan PERSAMI Saka Wanabakti Kwartir Ranting Sekatak

Foto bersama Angkatan III dan Angkatan IV peserta Kemah PERSAMI Saka Wanabakti  Kwaran Sekatak

Pemilihan Ketua dan Pengurus Dewan Saka Wanabakti Angkatan IV Kwartir Ranting Sekatak
Pembekalan Kemah PERSAMI
Pembekalan dan pengenalan tentang hutan dan kehutanan Indonesia



 Jelajah Rimba dan malam keakraban anggota Saka Wanabakti Kwartir Ranting Sekatak


SKJ Kemah PERSAMI Saka Wanabakti Sekatak

Jelajah rimba dan pengukuhan anggota Saka Wanabakti

Kegiatan Penutupan Kemah PERSAMI Saka Wanabakti Kwartir Ranting Sekatak


Semoga Sukses Saka Wanabakti Kwartir Ranting Sekatak

Sabtu

Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah B3


Limbah bahan berbahaya dan beracun yang selanjutnya disingkat limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun yang karena sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya, baik secara langsung  maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan/atau merusakkan lingkungan hidup, dan/atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain. Bahan-bahan ini termasuk limbah B3 bila memiliki salah satu atau lebih karakteristik berikut: mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif, dan lain-lain.

Oleh karena sifat dan atau konsentrasi serta jumlahnya yang dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan serta kelangsungan hidup makhluk hidup tersebut maka perlu diatur dan diupayakan seminimal mungkin bahan-bahan tersebut agar tidak mencemarkan dan atau merusak lingkungan.  Salah satu upaya tersebut adalah dengan membuat tempat penyimpanan bahan berbahaya dan beracun (B3) yang bersifat sementara.

Sebagaimana di atur dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 30 Tahun 2009 Tata Laksana Perizinan dan Pengawasan Pengelolaan Limbah Berbahaya dan Beracun Serta Pengawasan Pemulihan Akibat Pencemaran Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun  oleh Pemerintah Daerah, dan Keputusan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan No. Kep-01/BAPEDAL/09/1995 tentang Tata cara dan persyaratan teknis penyimpanan dan pengumpulan limbah B3 serta Peraturan Bupati Bulungan Nomor : 16 tahun 2015 tentang Perizinan Pengelolaan Limbah B3 (Berita Daerah Kabupaten Bulungan Tahun 2015 No. 16) maka PT. Intracawood Manufacturing telah melengkapi Administrasi dan mendapatkan Izin Penyimpanan Sementara Limbah B3 berdasarkan SK Bupati Bulungan Nomor : 473/K-VII/660/2016.

Selasa

KEGIATAN PEMBINAAN HUTAN (PENANAMAN & PEMELIHARAAN) TAHUN 2018 TPTI


TPTI merupakan sistem silvikultur yang diterapkan pada hutan tidak seumur melalui pemanenan tebang pilih berdasarkan limit diameter pohon 40 Cm Up dan pembinaan tegakan tinggal dalam rangka memperoleh panenan yang lestari. Pembinaan hutan pada dasarnya merupakan kegiatan pemeliharaan tegakan tinggal dan peningkatan potensi hutan kayu melalui kegiatan penanaman dan pemeliharaan tanaman (pengayaan/rehabilitasi, jalan sarad, TPn/TPK, areal non produktif dan kanan kiri jalan angkutan kayu)
 
Kegiatan pembinaan hutan dengan sistem TPTI di IUPHHK-HA PT. Intracawood Manufacturing  berpedoman pada Peraturan Direktur Jenderal Bina Produksi Kehutanan No. 9/VI-BPHH/2009 tanggal 21 Agustus 2009. Sasaran pembinaan hutan sistem TPTI adalah areal produktif bekas tebangan, areal non produktif yang berupa areal terbuka maupun semak belukar (penanaman tanah kosong) dan penanaman kanan-kiri jalan.

Kegiatan pembinaan hutan yang telah dilaksanakan pada tahun 2017 dan 2018 di dalam kawasan konsesi IUPHHK-HA PT. Intracawood Manufacturing meliputi :
Pengadaan bibit, Pengayaan, Penanaman tanah kosong, Penanaman kanan kiri jalan, Pemeliharaan Tanaman dan Pembebasan pohon binaan.
 
Kegiatan Penanaman kanan Kiri Jalan Blok RKT 2015 dan Areal Terbuka

Pelaksanaan Kegiatan:
  1. Persiapan (menyiapkan peta kerja)

  2. Pelaksanaan Lapangan 

  • Ploting Jalan 
  • Pembuatan Jalur Tanam
  • Penentuan jarak ukur tanaman
  • Pembuatan lobang tanam
  • Penanaman 
  • Penandaan  
 

Peralatan yang digunakan

  • Compas Suunto
  • Meteran
  • Parang
  • Sandak
  • Cangkul
  • Karung 50kg
  • Peralatan Camping
  • Bahan makanan dan obat-obatan