Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kelola Produksi

UJICOBA PENANAMAN MERANTI DENGAN POLA TANAM RUMPANG DI AREAL TEBANG PILIH TANAM INDONESIA (TPTI)

Gambar
Pendahuluan Kegiatan rehabilitasi hutan alam sampai sekarang masih menghadapi kendala, terutama karena biaya budidaya hutan dengan siklus tebang yang lama (±25 tahun) sangat mahal dan menyebabkan kesulitan liquiditas perusahaan (Elias et.al. 2017). Namun dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem, kegiatan rehabilitasi harus dicanangkan dan dioptimalkan. Dalam sistem silvikultur TPTI, sasaran kegiatan rehabilitasi meliputi penanaman di TPn, kanan kiri jalan, dan tanah kosong. Dalam upaya rehabilitasi agar  tercapai secara optimal, maka diperlukan kolaborasi penerapan antara sistem silvikutur TPTI dengan teknik pelaksanaan yang mengadopsi dari teknik SILIN yaitu penanaman dengan pola rumpang. Hal-hal yang harus diperhatikan yaitu dengan memilih areal yang mempunyai sifat fisik dan kimia tanah serta keterbukaan yang baik untuk memdukung pertumbuhan meranti. Pemilihan areal untuk lokasi penanaman bertujuan untuk menyediakan nutrisi dan cahaya untuk menunjang pertumbuhan tanaman merant...
Gambar
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Pelatihan Pengenalan Jenis Pohon Hutan Alam Kegiatan In house training Pengenalan Jenis Pohon di Hutan Alam dilaksanakan di Camp Sekatak, metode pelatihan disampaikan dengan penyampaian materi dan praktek, kegiatan tersebut di bimbing oleh Prof. DR. Ir. Paulus Matius,M.Sc   dari Universitas Mulawarman Samarinda

Sosialisasi SOP dan Penyegaran Penerapan Teknik Pemanenan Berdampak Rendah (RIL)

Gambar
Sosialisasi SOP dan Penyegaran Penerapan Teknik Pemanenan Berdampak Rendah (Reduced Impact Logging /RIL) pada Areal IUPHHK-HA PT. Intracawood Manufacturing Guna meningkatkan pengetahuan terkait pengelolaan hutan lestari ( Sustainable Forest Management ) dan teknik pemanenan yang ramah lingkungan serta standar keselamatan dalam bekerja sebagaimana kaidah PHPL, PT Intracawood Manufacturing secara rutin dan berkala melaksanakan sosialisasi SOP kepada para operator, pengawas, dan tim terkait, demikian juga upaya peningkatan pengetahuan tentang Teknik Pemanenan Berdampak Rendah (RIL) juga telah beberapa kali dilaksanakan melalui kerjasama dengan pakar-pakar RIL yang satu diantaranya adalah Prof. DR Yosep Ruslim, M.Sc dari Universitas Mulawarman Samarinda.

PENILAIAN KINERJA GANISPHPL & WASGANISPHPL TAHUN 2018

Gambar
Kadishut Kaltara bersama Team BPHP XI Samarinda Setiap pengelola hutan produksi atau pemegang izin pemanfaatan hutan produksi wajib memiliki tenaga teknis yang mempunyai Kartu GANISPHPL yang ditetapkan oleh Kepala Balai atas nama Direktur Jenderal sesuai dengan kualifikasinya. Pengangkatan dan penerbitan Kartu GANISPHPL ditetapkan oleh Kepala Balai atas nama Direktur Jenderal, setelah lulus mengikuti Diklat GANISPHPL bagi petugas perusahaan yang belum terampil/ahli di bidang GANISPHPL sesuai dengan kualifikasinya, dan atau melalui Uji Kompetensi di bidang GANISPHPL bagi perusahaan yang mempunyai tenaga terampil/ahli tetapi belum pernah mengikuti Diklat. Berdasarkan P.54/Menhut-II/2014 Kualifikasi kompetensi GANISPHPL terdiri dari : a. GANISPHPL Perencanaan Hutan; b. GANISPHPL Pemanenan Hutan; c. GANISPHPL Pembinaan Hutan; d. GANISPHPL Pengujian Kayu Bulat Rimba; e. GANISPHPL Pengujian Kayu Bulat Jati; f. GANISPHPL Pengujian Kayu Gergajian Rimba; g. GANISPHPL Penguji...

PENGAMATAN PERKEMBANGAN RECOVERY VEGETASI PADA AREA BEKAS JALAN SARAD PADA BLOK RKT 2016

Gambar
I.      PENDAHULUAN A.       Latar Belakang Keseimbangan ekosistem hutan sering terganggu baik oleh bencana alam maupun oleh perbuatan manusia. Adanya perilaku atau tindakan manusia yang tidak bijaksana memperlakukan hutan yang menimbulkan permasalahan. Aktivitas manusia seperti melakukan kegiatan pemanenan kayu. Pemanenan kayu merupakan suatu kegiatan produksi dimana kayu bulat sebagai hasilnya. Pemanenan hasil hutan betapapun hati-hatinya dilaksanakan, namun kerusakan terhadap vegetasi yang timbul tidak mungkin dapat dihindari sepenuhnya.  Penyaradan kayu bertujuan untuk memindahkan kayu dari tempat tebangan ke tempat pengumpulan kayu (Tpn). Alat penyarad dan kayu yang disarad menghendaki keleluasaan gerak yang dapat mengakibatkan kerusakan pada pohon-pohon disekitarnya. Begitupun juga kontak antara alat penyarad dan kayu yang disarad dengan tanah dapat mengakibatkan kerusakan struktur pada tanah. Secara alamiah...