Selasa

EVALUASI PROSEDUR KERJA PENYARADAN DENGAN LOGFISHER

Reduce Impact Logging merupakan suatu teknik/metoda pemanenan hutan yg diharapkan dapat menghasilkan kerusakan yg minimal terhadap tegakan tinggal, ataupun keterbukaan tanah, sehingga dapat meningkatkan keberhasilan pengelolaan hutan lestari.
Kegiatan pemanenan yang dilaksanakan di hutan tropis utamnya di Indonesia mengalami berbagai tahapan perkembangan baik dalam hal kebijakan pemerintah, system pengelolaan maupun teknik dan alat pemanenan yang digunakan, utamanya untuk penyaradan kayu dari dalam petak menuju TPn atau tepi jalan.  Dimana pada umumnya kegiatan penyaradan banyak menggunakan traktor, namun seiring pertimbangan perlunya upaya-upaya meminimalkan dampak pemanenan maka pada saat ini telah dikembangkan suatu alat penyaradan “Logfisher” yang merupakan modifikasi dan kombinasi fungsi eksavator dengan penggunaan winch.



PT. Intracawood Manufacturing , selain masih juga mengoperasikan traktor , juga telah mencoba mengoperasikan unit Logfisher diantara operasional penyaradan log.  Dan guna mengetahui sejauhmana effektivitasnya, maka pada tanggal 20 Mei telah diadakan pembahasan sekaligus evaluasi atas prosedur/teknik kerja yang sudah diimplementasikan dengan melibatkan team operasional Logfisher yang terdiri dari; operator logfisher, operator traktor, operator chain saw, hockman logfisher serta Kepala Divisi Forestry, Forest Planning & Rehabilitation Dept. Manager, Supervisor Pemanenan, Supervisor Inventarisasi Hutan dan Pengawas Block.   Dimana didalam pembahasan ini dapat disimpulkan sementara bahwa pada dasarnya prosedur operasional sudah sesuai, namun terdapat beberapa perbaikan, antara lain; penyesuaian istilah jalan penghubung menjadi jalan simpang, jalan simpang terdiri dari (2) kategori, perlunya penandaan ulang utamanya Lokasi logfisher yang sekaligus merupakan TPn, perlunya perbaikan komunikasi via handi talky antara operator logfisher dengan hockman utamanya pada saat log yang ditarik mengalami hambatan sehingga dapat mengakibatkan putusnya winch.
Pembahasan ini dilanjutkan dengan evaluasi lapangan oleh Kepala Divisi Forestry bersama dengan Forest Planning & Rehabilitation Manager dan Production Area 1 Manager pada tgl 21 Mei di petak 3944.

SUSUNAN PENGURUS PIMPINAN RANTING SAKA WANA BAKTI SEKATAK MASA BAKTI 2012 - 2015

Bahwa Pengurus Pmpinan Ranting Satuan Karya Pramuka Wana Bakti, mengemban peran penting dalam Gerakan Pramuka, yaitu untuk membantu Kwartir Ranting dalam pembinaan Gugus Depan dan penyelenggaraan administrasi.  Bahwa berdasarkan hasil pertemuan Andalan Kwartir Ranting Gerakan pramuka Sekatak dengan Kepala Divisi Forestry PT. Intracawood Manufacturing beserta staf pada tanggal 24 Maret 2012 telah disepakat untuk dibentuknya Pengurus Pimpinan Ranting Satuan Karya Pramuka Wana Bakti Sekatak, masa bakti 2012 - 2015


Selengkapnya, klik disini






PROGRAM KERJA SAKA WANA BAKTI KWARTIR RANTING SEKATAK ANGKATAN I

Program Kesekretariatan adalah program kerja pengurus yang dilaksanakan secara bulanan dan berpusat di Sekretariat Saka Wana Bakti Kwarran Sekatak, program ini tidak terikat oleh waktu dan tempat (dilaksanakan sesuai kondisi dan kebutuhan lapangan).  Program Kerja Kesekretariatan meliputi:  1. Program Kerja Majelis Pembimbing Saka Wana Bakti, 2. Program Kerja Pengurus Saka Wana Bakti, 3. Program Kerja Pamong Saka Wana Bakti, 4. Program Kerja Instruktur Saka Wana Bakti dan 5. Program Kerja Dewan Kerja Saka Wana Bakti.
Tugas pada masing-masing Program Kerja Kesekretariatan antara lain:

1. Majelis Pembimbing Saka Wana Bakti 
  • Memberikan bimbingan dan bantuan moril, organisatotis, material, finansial kepada satuan karya yang dibimbingnya.
  • Menyelenggarakan rapat kerja saka setiap 6 bulan sekali
  • Melakukan kerjasama dengan tokoh masyarakat, Instansi Pemerintah, dan perusahaan dilingkungan terkait dengan kegiatannya.
 
2. Pengurus Saka Wana Bakti
  • Membantu Kwartir dalam merumuskan kebijakan mengenai konsep pemikiran, perencanaan dan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan saka wana bakti
  • Melaksanakan kegiatan dan program saka wana bakti yang telah ditentukan oleh kwartir
  • Betanggungjawab atas pelaksanaan kebijakan kwartir tentang kegiatan saka wana bakti
  • Memberi laporan pelaksanaan pembinaan dan pengembangan saka wana bakti kepada kwartir
 
3. Pamong Saka Wana Bakti
  • Mengelola pembinaan dan pengembangan saka wana bakti
  • Mengusahakan instruktur, perlengkapan dan keperluan kegiatan saka wana bakti
  • Mengadakan hubungan, konsultasi dan kerjasama dengan pimpinan saka, kwartir, majelis pembimbing dan satuan kerja saka wana bakti
  • Mengkoordinasikan instruktur dengan dewan kerja saka yang ada
  • Menjadi anggota pimpinan saka wana baktir di kwartir
  • Menerapkan Prinsip Dasar dan metode kepramukaan dalam kegiatan pembinaan saka
  • Melaporkan perkembangan sakanya kepada kwartir dan pimpinan saka yang bersangkutan
  
4. Instruktur Saka Wana Bakti
  • Membantu Pamong Saka yang bersangkutan
  • Melaksanakan pendidikan dan kegiatan ke saka an menurut kridanya
  • Mengusulkan kepada Pembina Pramuka yang bersangkutan untuk memberi TKK kepada anggotanya yang telah memenuhi syarat SKK yang telah ditempuhnya

 5. Dewan Kerja Saka Wana Bakti
  • Melaksanakan program saka yang bersangkutan
  • Membantu pelaksanaankegiatan dan administrasi di sakanya
  • Mengkoordinir anggota sesuai kridanya masing-masing
  • Mengikuti kegiatan yang telah dijadwalkan.


 Pokok-pokok Kegiatan Krida

 1. Krida Tata Wana, antara lain
  • Pengantar Pengelolaan Hutan Produksi Lestari
  • Pengukuran
  • Pemetaan
  • Pembuatan Peta
  • Pengantar Konservasi Sumber Daya Alam

 2. Krida Bina Wana

  • Pengantar Pengelolaan Hutan Produksi Lestari
  • Persemaian
  • Pengenalan jenis Pohon (khusus semai)
  • Pengenalan Jenis Pohon (keseluruhan) 
  • Penanaman/Pemeliharaan
  • Pembuatan Herbarium
  • Pengantar Konservasi Sumber Daya Alam


3. Krida Reksa Wana

  • Pengantar Pengelolaan Hutan Produksi Lestari
  • Identifikasi Kehati
  • Pengamatan Mamalia
  • Pengamatan Burung
  • Pengolahan Data Pengamatan
  • Pembuatan Koleksi Pengamatan
  • Pengantar Konservasi Sumber Daya Alam






Minggu

PEMANENAN DENGAN MENGGUNAKAN LOGFISHER

Keberhasilan Reduce Impact Logging (RIL) dipengaruhi oleh beberapa faktor/tahapan kegiatan yang saling menentukan antara kegiatan satu dengan yang lainnya, baik kegiatan sebelum pemanenan, selama proses pemanenan maupun kegiatan setelah pemanenan.

Pelaksanaan kegiatan pemanenan, utamanya penarikan/penyaradan yang umumnya memerlukan pengelolaan/pengendalian guna meminimalkan dampak yang mungkin terjadi.  Sesuai dengan rencana sebelumnya, PT Intracawood Manufacturing  telah memulai pelaksanaan penarikan kayu dengan menggunakan Logfisher yang diharapkan dapat meminimalkan dampak utamanya pada petak tebangan yang mempunyai tofografi relatif curam. 






Jumat

PERSIAPAN PRECONDITION VERIFICATION AUDIT FSC-RA TAHUN 2012

Dalam upaya peningkatan pelaksanaan Pengelolaan Hutan Alam Produksi Lestari, baik dengan mengacu pada standar/kriteria yang dikembangkan Departemen Kehutanan, Lembaga Ecolabel Indonesia ataupun FSC Principle, PT. Intracawood Manufacturing bekerjasama dengan Konsultan Bidang Sertifikasi PHPL melaksanakan  Audit Internal/pembahasan CAR dan persiapan Precondition verification audit FSC-RA  yang dimulai tanggal 3 – 9 Mei 2012 dan dilaksanakan baik di kantor Tarakan maupun di lokasi Camp  serta di ikuti oleh staff Forestry Division dan juga melibatkan unit kerja terkait khususnya unit kerja yang bertanggungjawab langsung dengan operasional lapangan.

Skedul Persiapan audit FSC-RA meliputi:
Ø   Review CAR hasil precondition audit tahun 2011 dan Review dokumen di Kantor Tarakan
Ø   Perjalanan ke camp dan Review CAR OPEN
Ø   Peninjaun Lapangan dan diskusi bersama pelaksana operasional lapangan.
Ø   Review hasil kunjungan lapangan dan upaya pemenuhan (Perbaikan/Revisi SOP)
Ø   Refresh hasil identifikasi HBKT dan rencana pengelolaan & Monitoring HBKT
Ø   Refresh Principle FSC
Ø   Kembali ke Kantor Tarakan


 


















Rabu

PELANTIKAN DEWAN KERJA SAKA WANA BAKTI KWARTIR RANTING SEKATAK


Pelaktikan Dewan Kerja Saka Wana Bakti Ambalan Meranti (Shorea leprosula) Ranting Sekatak dilaksanakan berupa Persami di Areal Kerja PT. Intracawood Manufacturing tanggal 5 - 6 Mei 2012. Pelantikan Dewan Kerja melalui pembacaan pernyataan kesediaan dan penyematan Badge Saka Wana Bakti oleh Kepala SMA Negeri Sekatak yang sekaligus merupakan Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Sekatak kepada Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja (M.Rizki Fauzi dan Nur Azizah) serta dihadiri para pembina yang juga merupakan Pamong Saka serta para instrukstur dari PT. Intracawood Manufactuirng.

Selain Pelantikan tersebut, kegiatan Persami ini diisi beberapa kegiatan seperti; penyampaian materi  tentang Hutan dan Kehutanan, Penjelasan tentang Krida Saka Wana Bakti, Keanekaragaman Hayati,  Kunjungan Lapangan, Permainan yang bersifat caracter building, Api Unggun, Senam Pramuka.